Dukung Sineas Lokal, JCC Putar Film di Jembatan Cinta

By Admin


Dok. Humas DKI

nusakini.com, Program Bioskop Keliling Jakarta Culture Cinema (JCC) resmi menyambangi kawasan Pantai Jembatan Cinta di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Yayasan Kampung Sinema Budaya ini menghadirkan hiburan alternatif bagi masyarakat pesisir maupun wisatawan.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, memberikan dukungan penuh terhadap pemutaran film yang menonjolkan karya sineas lokal tersebut. Pemkab memandang inisiatif ini sangat efektif untuk memancing kreativitas generasi muda di bidang seni visual.

"Melalui kegiatan ini, saya berharap semakin banyak generasi muda Kepulauan Seribu yang tertarik mengembangkan potensi di bidang seni, perfilman, fotografi, dan konten digital," ungkap Fadjar. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk mendongkrak kesejahteraan warga berbasis ekonomi kreatif.

Pembina Yayasan Kampung Sinema Budaya, Ucu Jamilah, menyebutkan bahwa pemutaran film ini merupakan tindak lanjut dari ajang Lomba Kampung Sinema. Kompetisi tersebut sebelumnya telah mengajak warga dari berbagai wilayah di Jakarta Raya untuk memproduksi film pendek secara mandiri.

"Pemajuan kebudayaan harus tumbuh dari masyarakat melalui kolaborasi," terang Ucu di sela-sela acara. Ia menambahkan bahwa program bioskop jalanan ini sekaligus dirancang untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari kecanduan layar gawai.

Masyarakat setempat tampak antusias menikmati sajian sinema di ruang terbuka tersebut. Dewa Kusuma, seorang pemuda berusia 25 tahun asal Pulau Tidung, mengaku sangat terhibur dengan adanya layar tancap modern ini.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat kembali digelar sehingga warga dan wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas yang menghibur sekaligus mengenalkan budaya lokal," tutur Dewa. Menurutnya, pemutaran film pada malam hari sukses menambah nilai jual kawasan wisata Jembatan Cinta.

Rangkaian tur bioskop keliling ini dijadwalkan menyambangi lima wilayah kota administrasi dan satu kabupaten di ibu kota. Program ini diyakini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya mengandalkan kemegahan infrastruktur semata. (*)